Daftar Isi
Apa Itu Bungkil Kopra?
Bungkil kopra adalah produk sampingan (by-product) dari proses ekstraksi minyak dari daging buah kelapa kering atau yang biasa disebut kopra. Setelah minyak kelapa diekstraksi, ampas yang tersisa inilah yang dikenal sebagai bungkil kopra. Alih-alih menjadi limbah, produk ini justru menjadi harta karun bagi para peternak.
Bahan pakan ini sering dijadikan pilihan utama sebagai pakan ternak alternatif yang kaya nutrisi, terutama protein. Penggunaannya sangat populer untuk berbagai jenis ternak, mulai dari unggas seperti ayam dan bebek, hingga ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba. Ketersediaannya yang melimpah di Indonesia menjadikannya solusi pakan yang ekonomis.

Kandungan Nutrisi Unggulan dalam Bungkil Kopra
Keunggulan utama bungkil kopra terletak pada kandungan nutrisinya yang cukup lengkap, menjadikannya suplemen pakan yang sangat baik. Kandungan protein kasarnya menjadi daya tarik utama, namun komponen nutrisi lainnya juga tidak kalah penting untuk pertumbuhan ternak.
Secara umum, bungkil ini mengandung protein yang lebih tinggi dibandingkan dedak padi namun sedikit lebih rendah dari bungkil kedelai. Berikut adalah tabel perkiraan kandungan nutrisi dalam bungkil kopra berdasarkan data dari berbagai sumber nutrisi pakan ternak internasional.
| Nutrien | Kadar Rata-Rata |
|---|---|
| Protein Kasar | 18 – 25% |
| Serat Kasar | 10 – 17% |
| Lemak Kasar | 6 – 12% |
| Energi Metabolis (Unggas) | 1.800 – 2.200 kkal/kg |
| Kalsium (Ca) | 0.15% |
| Fosfor (P) | 0.55% |
5 Manfaat Utama Bungkil Kopra untuk Pakan Ternak
Penggunaan bungkil kopra dalam ransum pakan bukan tanpa alasan. Manfaatnya yang beragam menjadikannya pilihan cerdas untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas usaha peternakan Anda.
1. Sumber Protein Ekonomis
Dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan bungkil kedelai, bungkil kopra menawarkan sumber protein yang sangat kompetitif. Ini memungkinkan peternak untuk menekan biaya pakan, yang seringkali menjadi komponen pengeluaran terbesar (60-70%) dalam usaha peternakan, tanpa mengorbankan asupan protein secara signifikan.
2. Meningkatkan Bobot Badan Ternak
Kombinasi protein dan energi yang terkandung dalam pakan ternak ini terbukti efektif dalam meningkatkan pertambahan bobot badan harian (PBBH) pada ternak. Asam amino esensial di dalamnya, seperti arginin dan lisin, berperan penting dalam pembentukan jaringan otot dan daging.
3. Sumber Energi yang Baik
Sisa kandungan minyak (lemak kasar) dalam bungkil kopra berfungsi sebagai sumber energi padat. Energi ini sangat vital untuk aktivitas metabolisme dasar ternak, menjaga suhu tubuh, serta mendukung proses produksi seperti produksi susu pada sapi perah atau telur pada unggas.
4. Memperbaiki Kesehatan Pencernaan
Kandungan serat kasar yang cukup tinggi pada bungkil kopra sangat bermanfaat, terutama bagi ternak ruminansia. Serat membantu menjaga kesehatan rumen, merangsang aktivitas mengunyah, dan melancarkan proses pencernaan, sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal. Penelitian dari Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia menunjukkan efek positifnya pada performa ternak.
5. Alternatif Pakan yang Berkelanjutan
Dengan memanfaatkan produk sampingan dari industri kelapa, penggunaan bungkil kopra mendukung konsep ekonomi sirkular dan peternakan yang berkelanjutan. Ini membantu mengurangi limbah industri sekaligus menyediakan sumber pakan lokal yang melimpah, mengurangi ketergantungan pada pakan impor.
Harga Terbaru Bungkil Kopra (Update 2025)
Salah satu pertanyaan paling umum adalah mengenai harga bungkil kopra. Penting untuk diingat bahwa harga bersifat fluktuatif, tergantung pada beberapa faktor utama.
Pada awal tahun 2025, harga bungkil kopra di pasaran berkisar antara Rp 4.500 hingga Rp 6.000 per kilogram. Harga ini dapat bervariasi berdasarkan:
- Lokasi: Harga di sentra produksi kelapa cenderung lebih murah.
- Kualitas: Kadar air, kebersihan, dan kandungan nutrisi mempengaruhi harga.
- Musim: Fluktuasi panen kelapa dapat mempengaruhi ketersediaan dan harga.
- Kuantitas Pembelian: Membeli dalam jumlah besar (grosir) biasanya mendapatkan harga lebih baik.
Untuk mendapatkan informasi harga terkini, Anda disarankan untuk memeriksa platform B2B seperti Indotrading atau menghubungi suplier pakan ternak terdekat di kota Anda.
Cara Tepat Menggunakan Bungkil Kopra dalam Ransum
Meskipun kaya manfaat, penggunaan bungkil kopra perlu dilakukan dengan bijak. Pemberian berlebihan tidak disarankan karena adanya beberapa faktor pembatas, seperti kandungan serat yang tinggi yang bisa mengganggu pencernaan unggas jika terlalu banyak.
Berikut adalah panduan umum persentase penggunaan dalam campuran ransum menurut panduan dari FAO (Food and Agriculture Organization):
- Ayam Pedaging (Broiler): 5 – 15% dari total ransum.
- Ayam Petelur (Layer): 10 – 20% dari total ransum.
- Sapi Potong & Sapi Perah: 20 – 30% dari total konsentrat.
- Kambing & Domba: Hingga 25% dari total konsentrat.
- Babi: 5 – 15% dari total ransum.
Sangat disarankan untuk mencampurkannya dengan bahan pakan lain seperti jagung, dedak, dan sumber mineral untuk menciptakan ransum yang seimbang dan memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi ternak.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah bungkil kopra aman untuk semua ternak?
Ya, secara umum aman. Namun, persentase pemberiannya harus disesuaikan dengan jenis, usia, dan kebutuhan spesifik ternak. Untuk ternak monogastrik (unggas, babi), jumlahnya harus lebih terbatas dibandingkan ruminansia (sapi, kambing) karena sistem pencernaan mereka yang berbeda.
Bagaimana cara menyimpan bungkil kopra yang baik?
Simpan di tempat yang kering, sejuk, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Gunakan alas palet untuk menghindari kontak langsung dengan lantai yang lembab. Penyimpanan yang buruk dapat memicu pertumbuhan jamur yang menghasilkan racun (aflatoksin).
Apa perbedaan bungkil kopra dan bungkil kelapa sawit?
Meskipun sering dianggap sama, keduanya berasal dari tanaman yang berbeda. Bungkil kopra berasal dari daging buah kelapa (Cocos nucifera). Sementara itu, industri kelapa sawit menghasilkan produk pakan ternak yang dikenal sebagai Palm Kernel Expeller (PKE). PKE adalah hasil sampingan dari proses ekstraksi minyak dari inti sawit atau Kernel Sawit.
Secara umum, bungkil kopra memiliki kandungan protein yang sedikit lebih tinggi (18-25%) dibandingkan PKE (14-17%) dan dianggap lebih disukai ternak. Industri sawit juga menghasilkan produk utama seperti Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO). Selain itu, ada produk sampingan lain yang bernilai ekonomis seperti cangkang sawit (Palm Kernel Shell) dan Tandan Kosong Kelapa Sawit, yang keduanya sering dimanfaatkan sebagai sumber energi biomassa.
Makmur Amanah Sejahtera menyediakan produk sawit berkualitas tinggi seperti Palm Kernel Expeller, Palm Kernel Shell, Crude Palm Oil, Palm Kernel Oil, dll. Silakan hubungi kami melalui WhatsApp +6282140002198 atau email kami di admin@makmuramanah.co.id.
